ARTIKEL

Tradisi Ngarot di Desa Derik, Kecamatan Susukan

26 Juli 2025 13:26:01 Administrator 8 Kali Dibaca Berita Desa

Tradisi merupakan warisan budaya yang mencerminkan jati diri suatu masyarakat. Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, masyarakat pedesaan masih menyimpan kekayaan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan. Salah satu tradisi yang masih dijalankan hingga saat ini di Desa Derik, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara adalah tradisi Ngarot, sebuah kegiatan adat yang memiliki makna spiritual, sosial, dan budaya yang mendalam.

Pengertian Tradisi Ngarot

Tradisi Ngarot secara umum dapat diartikan sebagai sebuah prosesi adat yang berkaitan dengan musim tanam, di mana masyarakat berkumpul dalam sebuah kegiatan ritual sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan doa agar musim tanam berjalan lancar, hasil panen melimpah, serta dijauhkan dari segala macam musibah dan hama tanaman.

Di Desa Derik, tradisi ini biasanya dilaksanakan setiap tahun menjelang musim tanam padi tiba, yakni saat awal musim hujan. Tradisi Ngarot menjadi semacam penanda bahwa masyarakat telah siap menyambut siklus pertanian yang baru dengan semangat dan harapan yang tinggi.

Asal-usul dan Sejarah Ngarot di Desa Derik

Tidak ada dokumen tertulis yang mencatat secara pasti kapan tradisi Ngarot pertama kali dilaksanakan di Desa Derik. Namun, menurut penuturan para sesepuh desa, tradisi ini sudah ada sejak zaman para leluhur membuka lahan dan mulai bercocok tanam secara menetap. Pada masa itu, pertanian dianggap sebagai mata pencaharian utama sekaligus bagian dari kehidupan spiritual.

Leluhur masyarakat Derik mempercayai bahwa tanah, air, dan hasil pertanian adalah pemberian dari alam semesta yang harus dihormati. Melalui tradisi Ngarot, mereka menyampaikan rasa hormat kepada alam serta berterima kasih atas kesuburan dan kesejahteraan yang telah diberikan.

Seiring waktu, tradisi ini mengalami perubahan dalam pelaksanaan, namun nilai-nilai utamanya tetap dijaga hingga kini. Ngarot bukan hanya sekadar kegiatan simbolik, melainkan juga ajang silaturahmi, pembelajaran nilai gotong royong, serta media pelestarian budaya lokal.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Tradisi Ngarot di Desa Derik biasanya dilaksanakan pada bulan Oktober atau November, bergantung pada kondisi cuaca dan keputusan bersama para tokoh adat serta kelompok tani. Acara ini digelar di area persawahan yang dianggap keramat atau memiliki nilai historis tertentu, biasanya di tepi sawah yang terhubung dengan saluran irigasi utama desa.

Sebelum hari pelaksanaan, panitia adat dan pemerintah desa akan mengadakan musyawarah untuk menetapkan waktu dan rangkaian kegiatan. Kegiatan ini umumnya melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti perangkat desa, tokoh agama, tokoh adat, pemuda karang taruna, serta kelompok tani.

Rangkaian Acara Tradisi Ngarot

Pelaksanaan tradisi Ngarot di Desa Derik terdiri dari beberapa tahapan penting, yaitu:

1. Pembersihan Lokasi (Resik Resik)

Beberapa hari sebelum acara utama, warga bergotong royong membersihkan lokasi sawah dan sekitarnya. Mereka juga menyiapkan tempat sesaji dan panggung sederhana untuk sambutan dan hiburan.

2. Arak-arakan Simbol Pertanian

Pada hari pelaksanaan, masyarakat akan mengarak hasil bumi seperti padi, ketela, jagung, dan sayuran dalam sebuah prosesi yang meriah. Simbol-simbol ini dihias dan diusung oleh pemuda dan pemudi desa yang mengenakan pakaian tradisional.

3. Upacara Adat dan Doa Bersama

Di lokasi acara, tokoh adat memimpin doa bersama yang biasanya dilanjutkan oleh pemuka agama. Doa-doa yang dipanjatkan berisi permohonan keselamatan, kelancaran tanam, dan keberkahan bagi seluruh warga desa.

4. Penanaman Padi Simbolis

Sebagai penutup prosesi adat, dilakukan penanaman padi secara simbolis oleh para tokoh desa. Biasanya dilakukan oleh kepala desa, ketua kelompok tani, atau sesepuh adat sebagai bentuk kesiapan memulai musim tanam baru.

5. Hiburan Rakyat

Setelah rangkaian adat selesai, acara dilanjutkan dengan berbagai hiburan rakyat seperti pertunjukan seni tradisional (kuda lumping, tayub, atau wayang), pentas seni pemuda, serta lomba-lomba antar dusun.

Makna dan Nilai Sosial Tradisi Ngarot

Tradisi Ngarot bukan hanya memiliki dimensi spiritual dan budaya, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Desa Derik. Beberapa nilai yang dapat dipetik antara lain:

  • Gotong Royong: Tradisi ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua, dalam sebuah kerja sama kolektif.

  • Pelestarian Lingkungan: Dengan pembersihan lokasi dan penghormatan terhadap lahan pertanian, tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga alam.

  • Pendidikan Budaya: Generasi muda dapat belajar langsung tentang adat dan tradisi dari orang-orang yang lebih tua, sehingga budaya lokal tidak hilang.

  • Ekspresi Syukur: Doa bersama dan penanaman simbolik mengandung makna syukur dan harapan terhadap hasil panen yang baik.

Upaya Pelestarian dan Tantangan

Di tengah modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat, keberlangsungan tradisi Ngarot menghadapi berbagai tantangan. Kurangnya minat generasi muda terhadap tradisi lokal, serta pengaruh budaya luar yang semakin kuat, menjadi salah satu penyebab mulai berkurangnya partisipasi aktif dalam kegiatan adat.

Namun demikian, pemerintah Desa Derik bersama tokoh adat terus berupaya mempertahankan tradisi ini melalui berbagai cara, antara lain:

  • Mengintegrasikan kegiatan Ngarot dengan program desa wisata dan kebudayaan.

  • Melibatkan sekolah dan kelompok pemuda dalam persiapan dan pelaksanaan acara.

  • Mendokumentasikan kegiatan Ngarot dalam bentuk tulisan, foto, dan video sebagai arsip budaya desa.

Penutup

Tradisi Ngarot di Desa Derik adalah warisan budaya yang sangat berharga dan menjadi simbol identitas masyarakat desa. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan leluhur, Ngarot juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga dan memperkuat rasa kebersamaan. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat, tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap masa lalu, tetapi juga sebagai fondasi moral untuk membangun masa depan desa yang lebih berbudaya, harmonis, dan sejahtera.

Artikel saat ini masih dalam tahap pengembangan. Artikel ini hanya sebagai contoh. Informasi akan terus diperbarui seiring dengan proses pendataan dan verifikasi dari berbagai sumber resmi.

Kirim Komentar

Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image
 

Menu Kategori

Statistik

Agenda

Sinergi Program

Komentar

Belum ada data komentar.

Media Sosial

Peta Wilayah Desa

Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : Jalan Raya, Krajan, Derik, Susukan, Banjarnegara, Central Java 53475
Desa : Derik
Kecamatan : Susukan
Kabupaten : Banjarnegara
Kodepos : 53475
Telepon :
Email : pemdesderik@gmail.com

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:45
    Kemarin:3
    Total Pengunjung:2.329
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:216.73.216.219
    Browser:Mozilla 5.0